Syarat Pendirian Yayasan di Notaris

Apa Saja Syarat Pendirian Yayasan di Notaris? Cari Tahu di Sini

Syarat pendirian yayasan Tahukah Anda? bahwa selain Perseroan Terbatas (PT), Indonesia juga memiliki badan hukum lain yang banyak digunakan untuk menjalankan kegiatan sosial, keagamaan, dan kemanusiaan, yaitu yayasan. 

Berbeda dengan badan usaha yang berorientasi pada keuntungan, yayasan didirikan bukan untuk membagikan laba kepada pendiri maupun pengurus. Sebaliknya, setiap kegiatan yang dijalankan bertujuan memberikan manfaat bagi masyarakat sesuai maksud dan tujuan pendiriannya. 

Dalam 5 menit ke depan, kita bakal kupas tuntas apa saja syarat pendirian yayasan di notaris beserta proses pengurusan legalitasnya.

Baca juga: Bandingkan Kelebihan dan Kekurangan Memiliki Yayasan

Apakah Pendirian Yayasan Harus Melalui Notaris?

Yayasan merupakan badan hukum yang berdiri untuk mencapai tujuan sosial, keagamaan, atau kemanusiaan tanpa membagikan keuntungan kepada pendiri maupun pengurus. Karena memiliki status badan hukum, proses pembentukannya wajib mengikuti ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004.

Salah satu syarat pendirian yayasan di notaris yang tidak dapat diabaikan ialah pembuatan akta pendirian dalam bentuk akta autentik. Notaris berperan memastikan seluruh informasi yang tercantum sesuai ketentuan hukum, mulai dari identitas pendiri, tujuan yayasan, susunan organ, hingga kekayaan awal. 

Setelah itu, notaris akan mengajukan permohonan pengesahan kepada Menteri Hukum melalui sistem Administrasi Hukum Umum (AHU) sehingga yayasan memperoleh status badan hukum secara resmi.

Apa saja Syarat Pendirian Yayasan di Notaris

Persiapan dokumen menjadi langkah penting sebelum mendatangi notaris. Kelengkapan berkas akan mempercepat proses penyusunan akta sekaligus mengurangi risiko penolakan saat pengajuan pengesahan. 

Oleh sebab itu, memahami syarat pendirian yayasan di notaris sejak tahap administrasi membantu Anda menghemat waktu dan biaya selama proses berlangsung.

1. Syarat Administrasi dan Dokumen

Berikut adalah syarat administrasi yang harus anda penuhi untuk mendirikan yayasan, antara lain.

  • Nama Yayasan – Terdiri dari 3 kata yang belum digunakan oleh yayasan lain. 
  • Kekayaan Awal – Besaran kekayaan awal yang dimiliki yayasan dipisahkan dari kekayaan. pemilik, dengan rincian minimal Rp 10.000.000 (WNI) dan Rp 100.000.000 (jika ada WNA).
  • Identitas Pengurus – Meliputi KTP dan NPWP masing-masing pengurus.
  • Domisili – Alamat lengkap yang dibuktikan dengan surat keterangan domisili atau dokumen domisili lainnya.

2. Struktur Organisasi Yayasan

Berikut adalah struktur organisasi yang harus yayasan miliki.

  • Pembina – Memiliki kewenangan tertinggi untuk menetapkan kebijakan dan mengambil keputusan penting dalam yayasan.
  • Pengurus – Bertanggung jawab menjalankan operasional yayasan, minimal terdiri atas Ketua, Sekretaris, dan Bendahara.
  • Pengawas – Mengawasi kinerja pengurus agar pengelolaan yayasan berjalan sesuai tujuan dan ketentuan yang berlaku.

Tahapan – Tahapan Pendirian Yayasan di Notaris 

Memahami setiap tahapan akan membantu Anda menghindari kesalahan administrasi sejak awal. Selain memenuhi syarat pendirian yayasan di notaris, setiap proses juga menentukan kelancaran pengesahan badan hukum sehingga yayasan dapat menjalankan kegiatan secara legal dan memiliki kepastian hukum.

Setiap tahapan saling berkaitan sehingga tidak dapat Anda lewati. Apabila terdapat data yang tidak sesuai atau dokumen belum lengkap, proses pengesahan dapat tertunda. Berikut tahapan yang perlu Anda pahami sebelum mendirikan yayasan melalui notaris.

1. Menentukan Nama dan Tujuan Yayasan

Syarat Pendirian Yayasan di Notaris

Langkah pertama dalam syarat pendirian yayasan di notaris ialah menentukan nama yayasan yang unik serta belum digunakan badan hukum lain. Nama tersebut harus mencerminkan identitas organisasi sekaligus sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam sistem Administrasi Hukum Umum (AHU).

Selain nama, Anda juga perlu merumuskan tujuan pendirian secara jelas. Yayasan hanya dapat bergerak pada bidang sosial, keagamaan, atau kemanusiaan sehingga rumusan tujuan harus sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Yayasan dan tidak bertentangan dengan hukum.

2. Menyiapkan Struktur Organ Yayasan

Tahapan berikutnya ialah menetapkan susunan pembina, pengurus, dan pengawas. Ketiga organ tersebut memiliki fungsi berbeda sehingga pemilihannya harus mempertimbangkan kompetensi, integritas, serta komitmen dalam mengelola yayasan secara profesional.

Notaris akan mencantumkan seluruh susunan organ tersebut ke dalam akta pendirian. Oleh karena itu, pastikan setiap calon pengurus telah menyetujui jabatan masing-masing agar proses administrasi berjalan lebih cepat dan tidak memerlukan perubahan setelah akta selesai.

3. Menentukan Kekayaan Awal Yayasan

Syarat Pendirian Yayasan di Notaris

Kekayaan awal menjadi unsur penting dalam syarat pendirian yayasan di notaris karena merupakan harta yang dipisahkan dari kekayaan pribadi pendiri. Nilai kekayaan tersebut menjadi dasar pembentukan yayasan sebagai badan hukum yang berdiri secara mandiri.

Pemisahan kekayaan bertujuan menjaga akuntabilitas pengelolaan aset yayasan. Dengan demikian, seluruh aset yang dimiliki yayasan berguna untuk mendukung kegiatan sesuai tujuan organisasi, bukan untuk kepentingan pribadi pendiri maupun pengurus.

4. Pembuatan Akta Pendirian oleh Notaris

Setelah seluruh data lengkap, notaris akan menyusun akta pendirian dalam bentuk akta autentik. Dokumen ini memuat identitas pendiri, tujuan yayasan, struktur organisasi, kekayaan awal, serta ketentuan dasar lainnya sesuai peraturan perundang-undangan.

Akta autentik memiliki kekuatan pembuktian yang tinggi sehingga menjadi dasar pengajuan pengesahan kepada Menteri Hukum. Oleh sebab itu, Anda perlu memastikan seluruh informasi yang tercantum telah benar sebelum proses penandatanganan terjadi.

5. Pengesahan Badan Hukum Melalui AHU

Syarat Pendirian Yayasan di Notaris

Tahap terakhir dalam syarat pendirian yayasan di notaris ialah pengajuan pengesahan melalui sistem Administrasi Hukum Umum. Permohonan diajukan oleh notaris kepada Menteri Hukum agar yayasan memperoleh status badan hukum secara resmi.

Setelah pengesahan terbit, yayasan memiliki kedudukan hukum yang sah untuk menjalankan kegiatan sesuai tujuan pendiriannya. Selanjutnya, Anda dapat mengurus dokumen pendukung lain, seperti NPWP, perizinan berbasis risiko melalui OSS, serta administrasi operasional lainnya.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mengurus Pendirian Yayasan

Meskipun prosedurnya telah diatur secara jelas, masih banyak pendiri yang mengalami kendala akibat kurang memahami proses administrasi. Kesalahan tersebut sering menyebabkan revisi dokumen, penundaan pengesahan, bahkan pengeluaran biaya tambahan yang sebenarnya dapat dihindari.

Agar proses pendirian berjalan lebih lancar, Anda perlu mengenali beberapa kesalahan yang paling sering terjadi berikut ini.

  • Menggunakan nama yayasan yang telah terdaftar – Banyak pendiri langsung menentukan nama tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu. Akibatnya, notaris harus mengajukan perubahan nama sehingga proses penyusunan akta menjadi lebih lama.
  • Menentukan tujuan yayasan secara terlalu umum – Rumusan tujuan yang tidak spesifik dapat menimbulkan ketidaksesuaian dengan ketentuan hukum. Sebaiknya tujuan disusun secara jelas agar kegiatan yayasan memiliki arah yang terukur.
  • Dokumen identitas belum lengkap atau tidak sesuai – Perbedaan data antara KTP, NPWP, maupun dokumen pendukung sering menghambat proses verifikasi. Pastikan seluruh identitas telah sesuai sebelum menyerahkannya kepada notaris.
  • Tidak memisahkan kekayaan awal yayasan – Sebagian pendiri masih mencampurkan aset pribadi dengan aset yayasan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan persoalan hukum dan mengurangi transparansi pengelolaan organisasi.
  • Mengurus sendiri tanpa memahami regulasi – Banyak orang beranggapan proses pendirian cukup mengisi formulir. Padahal, setiap tahapan membutuhkan ketelitian sehingga pendampingan profesional dapat mengurangi risiko kesalahan administrasi.

Memahami berbagai kesalahan tersebut membantu Anda mempersiapkan proses pendirian dengan lebih matang. Selain mempercepat pengesahan badan hukum, langkah ini juga meningkatkan kredibilitas yayasan sejak awal berdiri sehingga masyarakat maupun mitra kerja sama menjadi lebih percaya.

Baca juga: Benarkah Yayasan Wajib Memiliki NIB?

Wujudkan Pendirian Yayasan secara Legal Tanpa Ribet bersama Legal Kreatif

Mendirikan yayasan memerlukan proses hukum yang tepat agar memperoleh status badan hukum secara sah. Dengan pendampingan Legal Kreatif, Anda dapat mengurus seluruh tahapan, mulai dari konsultasi, penyusunan akta notaris, hingga pengesahan AHU secara lebih mudah, cepat, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Percayakan kebutuhan Jasa Pendirian Yayasan kepada Legal Kreatif agar proses berjalan tanpa kendala administrasi. Hubungi tim kami sekarang dan wujudkan yayasan yang legal, kredibel, serta siap menjalankan kegiatan sosial, keagamaan, maupun kemanusiaan dengan percaya diri.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *