
Apakah Anda sudah tahu bahwa di Indonesia ada dua jenis Perseroan Terbatas (PT) yang bisa Anda pilih untuk mendirikan usaha? Apa sebenarnya perbedaan PT perorangan dan PT biasa yang selama ini mungkin masih membingungkan bagi banyak orang? Nah, artikel ini hadir untuk membahasnya secara lengkap dan mudah dipahami.
Menurut data terbaru dari Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) per 2025, pertumbuhan PT perorangan meningkat signifikan, khususnya di kalangan pelaku usaha mikro dan kecil.
Memahami perbedaan dua jenis PT ini sangat penting agar Anda bisa menentukan pilihan yang tepat dalam membangun bisnis. Mengapa? Karena masing-masing bentuk PT ini memiliki karakteristik, proses pendirian, dan regulasi yang berbeda. Dengan memahami perbedaan tersebut, Anda jadi lebih siap mengelola usaha sesuai kebutuhan dan potensi bisnis Anda.
Baca juga: Apakah Perusahaan dan Badan Usaha Sama? Simak Penjelasannya di Sini
Apa itu PT Perorangan dan PT Biasa?
PT Perorangan adalah badan usaha yang didirikan oleh satu orang pemegang saham sekaligus direktur. Tipe PT ini hadir sebagai inovasi dalam dunia bisnis Indonesia yang memberikan kemudahan bagi pengusaha perorangan untuk memiliki badan hukum tanpa harus punya mitra. PT perorangan ini diperkenalkan sebagai bagian dari kebijakan UU Cipta Kerja dengan tujuan mempercepat proses legalisasi usaha bagi pelaku UMKM.
Sedangkan PT biasa adalah bentuk Perseroan Terbatas tradisional yang memiliki minimal dua pemegang saham. Struktur manajemennya lebih kompleks karena ada direksi dan komisaris, serta aturan modal yang lebih ketat. PT biasa cocok bagi usaha yang memang dirancang untuk berkembang lebih besar dan memiliki lebih banyak pemilik saham.
Apa saja Perbedaan PT Perorangan dan PT?
Di bawah ini adalah penjabaran detail perbedaan PT perorangan dan PT biasa yang perlu Anda ketahui, antara lain.
1. Jumlah Pemegang Saham

PT Perorangan merupakan bentuk badan usaha yang hanya mengharuskan satu pemegang saham sebagai pendiri, sehingga proses pendiriannya lebih sederhana. Struktur kepemilikan tunggal ini menjadikan PT Perorangan pilihan menarik bagi pelaku usaha mikro yang membutuhkan fleksibilitas dalam mengembangkan kegiatan usaha mereka.
Berbeda dengan PT Perorangan, PT biasa mensyaratkan sedikitnya dua orang pemegang saham untuk membentuk struktur kepemilikan yang lebih luas. Ketentuan ini memberikan ruang kolaborasi, pembagian tanggung jawab, serta pengelolaan perusahaan yang lebih profesional dan berorientasi pertumbuhan berkelanjutan dalam jangka panjang.
2. Prosedur Pendirian

Dalam memulai PT perorangan, Anda cukup menyiapkan dokumen utama seperti KTP, NPWP, dan Surat Pernyataan Pendirian yang diikuti dengan pendaftaran di Sistem Online Single Submission (OSS). Proses ini relatif cepat dan biayanya lebih terjangkau, memudahkan pelaku usaha mikro dan kecil.
Berbeda dengan PT biasa, pendirian membutuhkan minimal dua pendiri, akta notaris, serta harus memenuhi persyaratan modal minimum sesuai UU PT. Prosesnya lebih panjang dan membutuhkan persiapan dokumen yang lebih lengkap termasuk pengesahan oleh Kementerian Hukum dan HAM.
3. Struktur Organisasi

PT Perorangan dijalankan oleh satu orang yang berperan sebagai pemilik saham sekaligus direktur, sehingga proses pengelolaan usaha menjadi lebih ringkas. Model ini cocok bagi pelaku usaha yang menginginkan kendali penuh dan fleksibilitas tinggi dalam mengelola bisnis secara mandiri setiap hari.
Berbeda dengan PT Perorangan, PT biasa memiliki struktur organisasi lebih lengkap dengan direksi dan komisaris yang menjalankan fungsi pengawasan serta pengelolaan. Susunan ini memungkinkan pembagian tugas lebih jelas, koordinasi lebih efektif, dan tata kelola perusahaan yang mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
4. Modal Dasar

Modal yang dibutuhkan untuk mendirikan PT Perorangan umumnya lebih rendah karena tidak adanya persyaratan modal minimum yang ketat. Kondisi ini membuat PT Perorangan lebih mudah diakses oleh pelaku usaha pemula yang ingin memulai bisnis dengan biaya awal terbatas dan efisien.
Sementara itu, PT biasa harus memenuhi ketentuan modal minimum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga membutuhkan komitmen finansial lebih besar. Persyaratan ini bertujuan memastikan stabilitas perusahaan serta mendukung tata kelola usaha yang lebih terstruktur dan berkelanjutan dalam jangka waktu panjang.
5. Dasar Hukum

PT Perorangan dibentuk melalui ketentuan baru setelah berlakunya UU Cipta Kerja dan memiliki regulasi tersendiri yang lebih sederhana. Skema ini memberikan kemudahan bagi pelaku usaha untuk mendirikan bisnis dengan persyaratan administratif yang ringkas dan proses perizinan lebih cepat serta efisien.
Sementara itu, PT biasa tetap tunduk pada peraturan perseroan terbatas konvensional yang mengatur struktur organisasi, kewajiban modal, serta mekanisme pengelolaan. Aturan ini memastikan tata kelola perusahaan berjalan lebih terarah, transparan, dan sesuai standar hukum yang berlaku bagi badan usaha Indonesia.
Memahami poin-poin ini akan membantu Anda memilih jenis PT yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda, apakah ingin memulai usaha sendiri secara cepat atau berencana mengembangkan bisnis dengan lebih banyak partner dan struktur manajemen lengkap.
Kelebihan dan Kekurangan PT Perorangan
PT perorangan memberikan kemudahan dalam proses pendirian, efisiensi biaya, dan kontrol penuh oleh satu pemilik. Ini cocok bagi pelaku UMKM yang ingin mendapatkan badan hukum secara cepat tanpa ribet.
Namun, karena hanya satu pemilik, modal yang bisa dihimpun terbatas dan risiko tanggung jawab tetap ada walau terbatas pada modal. Selain itu, PT perorangan belum menyediakan struktur pengawasan seperti komisaris yang ada di PT biasa sehingga kontrol manajemen bisa jadi kurang optimal.
Kelebihan dan Kekurangan PT Biasa
PT biasa menawarkan peluang untuk mendapatkan modal lebih besar karena adanya banyak pemegang saham. Struktur organisasi yang lengkap memungkinkan pengelolaan yang profesional dengan pembagian tugas yang jelas antar direksi dan komisaris.
Meski begitu, proses pendirian PT biasa lebih rumit dan memakan waktu lama. Biaya pendiriannya juga relatif tinggi, dan keputusan bisnis bisa lebih kompleks karena harus melibatkan berbagai pemegang saham.
Bagaimana Memilih Jenis PT yang Tepat?
Memilih antara PT perorangan dan PT biasa harus berdasarkan kebutuhan bisnis Anda. Bila Anda seorang pengusaha pemula yang ingin legalisasi usaha dengan cepat dan biaya rendah, PT perorangan sangat direkomendasikan.
Namun, jika Anda memiliki rencana ekspansi, memerlukan modal besar, atau ingin usaha Anda dikelola oleh tim professional, PT biasa lebih sesuai. Selain itu, rencana jangka panjang Anda akan menentukan jenis badan usaha yang tepat.
Baca juga: Petunjuk Pembuatan NIB Usaha Mikro yang Penting untuk Pelaku UMKM
Ingin Mendirikan PT atau PT Perorangan namun Bingung Harus Mulai Darimana? Konsultasikan dengan Legal Kreatif
Apakah Anda siap memulai bisnis Anda dengan mendirikan PT? Legal Kreatif hadir untuk membantu Anda dalam proses pendirian baik PT perorangan maupun PT biasa. Tim kami akan memastikan seluruh proses berjalan cepat, tepat, dan sesuai peraturan yang berlaku.
Dapatkan konsultasi gratis dan layanan profesional yang memudahkan Anda mendirikan PT tanpa ribet. Hubungi Legal Kreatif sekarang juga dan bawa bisnis Anda ke level berikutnya dengan legalitas yang kuat. Jangan tunda kesempatan Anda untuk maju bersama Legal Kreatif!


