Mendirikan yayasan pendidikan adalah langkah strategis Anda untuk berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa secara legal dan berkelanjutan. Pada tahun 2025, makin banyak pemuda dan pelaku usaha yang tertarik dengan cara membuat yayasan pendidikan sebagai bentuk amal sosial sekaligus lembaga yang terstruktur dan terdaftar secara hukum.
Namun, proses cara membuat yayasan pendidikan tidak bisa dilakukan sembarangan, karena harus memenuhi syarat administrasi dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
Maka dari itu, bagi Anda yang ingin memahami cara membuat yayasan pendidikan secara benar dan sesuai aturan, artikel ini hadir untuk membahas langkah demi langkah dengan bahasa yang sederhana tapi komprehensif. Yuk, mulai mempersiapkan yayasan pendidikan Anda agar legalitasnya kuat dan bisa memberi manfaat optimal bagi masyarakat luas.
Baca juga: Persyaratan Pembuatan IMB Terlengkap yang Wajib Anda Ketahu
Memahami Definisi dan Tujuan Yayasan Pendidikan
Sebelum masuk ke cara membuat yayasan pendidikan, penting sekali mengetahui definisi dan tujuan utama dari yayasan pendidikan itu sendiri. Secara umum, yayasan pendidikan adalah badan hukum yang didirikan untuk tujuan sosial di bidang pendidikan, yang tidak mencari keuntungan (non-profit) dan beroperasi berdasarkan anggaran dasar sesuai hukum yang berlaku.
Yayasan pendidikan ini biasanya menjalankan aktivitas seperti mendirikan sekolah, kursus, lembaga pelatihan, atau kegiatan lain yang berkaitan dengan pembelajaran dan pengembangan sumber daya manusia. Tujuannya tidak hanya menjalankan usaha, tapi juga memberikan dampak positif terhadap kualitas pendidikan di lingkungan sekitar.
Selain tujuan sosial, yayasan pendidikan juga merupakan sarana untuk mewujudkan program pendidikan yang inovatif dan inklusif, yang dapat menjangkau berbagai kalangan masyarakat. Dengan yayasan, Anda bisa menyusun kegiatan yang berdampak luas serta mengelola sumber daya pendidikan secara profesional dan transparan.
Cara Membuat Yayasan Pendidikan
Setelah memahami konsep dasar, berikut ini langkah awal yang harus Anda lakukan dalam proses cara membuat yayasan pendidikan agar terhindar dari masalah legal.
1. Menentukan Visi, Misi, dan Tujuan Yayasan

Sebelum membuat yayasan, tentukan dulu visi dan misi yang memuat tujuan spesifik yayasan pendidikan Anda. Visi harus menggambarkan gambaran besar dan cita-cita yang ingin dicapai, sementara misi menjelaskan cara dan strategi untuk mewujudkan visi tersebut. Hal ini menjadi pedoman dalam seluruh aktivitas yayasan ke depan.
Visi dan misi yang jelas akan memudahkan koordinasi dalam organisasi dan menjadi landasan mengukur keberhasilan program pendidikan yang dijalankan. Anda perlu memastikan bahwa tujuan yayasan ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan masyarakat.
2. Menyiapkan Struktur Organisasi yang Jelas dan Profesional

Yayasan harus memiliki struktur organisasi yang jelas, terdiri dari pembina, pengurus, dan pengawas. Setiap peran ini mempunyai tugas dan tanggung jawab yang diatur dalam anggaran dasar yayasan. Struktur organisasi yang lengkap dan efektif menjadi tulang punggung keberlangsungan yayasan.
Selain memastikan fungsi tiap organ dapat berjalan, struktur organisasi juga memudahkan pertanggungjawaban dan pengelolaan administrasi yayasan. Dengan struktur yang profesional, Anda dapat membangun kepercayaan donatur, pemerintah, dan masyarakat luas terhadap yayasan.
3. Dokumen dan Persyaratan Administrasi

Persyaratan administrasi adalah hal yang tidak boleh diabaikan saat Anda ingin membuat yayasan pendidikan. Berikut ini dokumen utama yang harus Anda siapkan.
- Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk semua anggota pembina, pengurus, dan pengawas yayasan.
- Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) setiap anggota struktur organisasi.
- Bukti kepemilikan atau surat kontrak penyewaan domisili yayasan.
- Surat pengantar dari RT/RW tempat domisili yayasan.
- Modal awal yayasan yang berupa kekayaan tidak bergerak dan/atau bergerak yang dipisahkan dari kekayaan pribadi pendiri dan dicatat sebagai aset yayasan.
- Memastikan semua dokumen lengkap dan valid akan membantu proses pembuatan akta pendirian berjalan lancar tanpa hambatan birokrasi.
4. Proses Pembuatan Akta Pendirian di Notaris

Langkah berikut dalam cara membuat yayasan pendidikan adalah mengunjungi notaris untuk pembuatan akta pendirian yayasan. Akta ini wajib memuat beberapa hal penting seperti.
- Nama yayasan belum pernah digunakan oleh yayasan lain.
- Tujuan dan kegiatan yayasan secara jelas.
- Struktur organisasi lengkap yang terdiri dari pembina, pengurus, dan pengawas.
- Kekayaan awal yang dijadikan modal yayasan.
- Notaris akan memandu Anda dalam penyusunan akta serta memastikan kepatuhan terhadap peraturan hukum yang berlaku. Akta ini menjadi dasar hukum pertama yang mengesahkan keberadaan yayasan pendidikan Anda.
5. Pengajuan Pengesahan Yayasan ke Kemenkumham

Setelah akta pendirian selesai, Anda perlu mengajukan pengesahan ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Pengesahan ini memberi status badan hukum resmi pada yayasan Anda, sehingga dapat menjalankan aktivitas dan menerima donasi dengan legalitas penuh.
Proses ini biasanya memakan waktu 14-30 hari kerja tergantung kelengkapan dokumen dan prosedur. Setelah mendapatkan pengesahan, yayasan pendidikan Anda dapat melakukan kegiatan operasional secara sah dan diakui negara.
Struktur Organisasi Yayasan Pendidikan
Struktur organisasi yayasan memiliki peran vital dalam keberhasilan manajemen dan pelaksanaan program. Berikut penjelasan detail tiga organ penting dalam yayasan pendidikan.
1. Pembina

Pembina merupakan pihak yang memiliki wewenang tertinggi dalam yayasan. Mereka biasanya adalah pendiri atau orang yang bertanggung jawab atas visi besar yayasan. Pembina memiliki hak dan kewajiban untuk:
- Menetapkan anggaran dasar.
- Mengangkat dan memberhentikan pengurus serta pengawas.
- Menyetujui program kerja tahunan.
- Memastikan yayasan berjalan sesuai tujuan.
- Pembina tidak boleh rangkap jabatan sebagai pengurus atau pengawas agar tidak terjadi konflik kepentingan.
2. Pengurus

Pengurus adalah pelaksana harian yayasan bertanggung jawab menjalankan rencana dan program kerja. Organ pengurus terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, dan beberapa anggota lain jika perlu. Tugas utama pengurus meliputi:
- Merencanakan dan melaksanakan program sesuai visi misi yayasan.
- Menjalankan administrasi dan operasional sehari-hari.
- Mengelola sumber daya dan keuangan.
- Melaporkan hasil kegiatan kepada pembina.
3. Pengawas

Pengawas bertugas mengontrol dan mengevaluasi kinerja pengurus serta memastikan pelaksanaan sesuai aturan dan tujuan yayasan. Tugas pengawas meliputi:
- Mengawasi pelaksanaan program.
- Memantau penggunaan dana dan aset yayasan.
- Melaporkan hasil pengawasan kepada pembina.
- Mencegah penyimpangan administrasi dan keuangan.
Tugas dan Wewenang Struktur Organisasi Yayasan
Ketiga anggota pengurus tersebut saling melengkapi dan harus menjalankan tugas sesuai anggaran dasar dan undang-undang. Koordinasi dan komunikasi antar organ harus berjalan baik demi kesuksesan yayasan.
Hubungan Kelembagaan dan Kewajiban Hukum
Setiap anggota pengurus yayasan harus patuh pada peraturan perundang-undangan, menjalankan fungsi sesuai peran, dan menjaga profesionalisme. Hal ini penting untuk mempertahankan keberlanjutan yayasan dan kredibilitas di mata masyarakat serta pemerintah.
Baca juga: Apa Itu Dividen Saham? Ketahui Jenis dan Proses Pembagiannya
Butuh Jasa Pendirian Yayasan Pendidikan? Legal Kreatif Siap Membantu Anda
Mendirikan yayasan pendidikan memang menyita waktu dan membutuhkan detail administrasi yang tepat. Jika Anda ingin mempermudah proses ini, Legal Kreatif siap membantu.
Dengan pengalaman panjang mendampingi pendirian yayasan, Legal Kreatif memberikan layanan profesional mulai dari pembuatan dokumen, pendirian akta, pengajuan legalitas, hingga pengurusan administrasi yayasan. Layanan kami memudahkan Anda fokus menjalankan visi sosial tanpa bingung soal regulasi dan birokrasi.
Segera hubungi Legal Kreatif untuk konsultasi gratis dan segera wujudkan impian mendirikan yayasan pendidikan yang legal dan terpercaya.



