Belakangan ini, istilah desil semakin sering muncul ketika masyarakat membicarakan sensus ekonomi oleh BPS yang diyakini berpengaruh pada bantuan sosial, kondisi ekonomi, dan peluang pemberdayaan. Bagi pelaku usaha kecil, pembuatan NIB UMKM dapat menjadi salah satu langkah penting untuk menata kegiatan usaha secara lebih resmi.
Namun, jangan sampai Anda memahami NIB sebagai tiket otomatis untuk keluar dari desil bawah. NIB memang tidak langsung mengubah posisi kesejahteraan keluarga, tetapi legalitas usaha dapat membantu Anda membangun bisnis lebih tertata, berkembang, dan memiliki akses ekonomi lebih luas.
Baca juga: Berapa Biaya Jasa Pembuatan NIB Terbaru 2026?
Apa Itu Desil?
Secara sederhana, desil merupakan metode statistik yang membagi masyarakat ke dalam sepuluh kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan. Dalam konteks kebijakan sosial, pemerintah menggunakan desil untuk melihat posisi relatif keluarga dalam kondisi sosial ekonomi secara lebih terukur.
Desil 1 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi. Pembagian tersebut membantu pemerintah menentukan sasaran program sosial dan pemberdayaan berdasarkan kondisi masyarakat secara lebih tepat.
Bagaimana Pengelompokan Desil?
Pengelompokan desil tidak hanya melihat penghasilan bulanan seseorang. Data sosial ekonomi dapat menggambarkan berbagai kondisi rumah tangga sehingga pemerintah memiliki gambaran lebih menyeluruh mengenai tingkat kesejahteraan masyarakat dan kebutuhan intervensi yang sesuai.
Secara umum, kelompok desil terbawah berada pada desil 1 sampai 4, kemudian desil 5 dan 6 berada di kelompok menengah, sedangkan desil 7 sampai 10 mencerminkan kelompok ekonomi yang relatif lebih sejahtera. Posisi tersebut dapat berubah mengikuti pembaruan data.
Baca juga: Panduan Cek Kategori Desil di DTSEN
Apa Hubungan Pengelompokan Desil dengan Kepemilikan Usaha?
Kepemilikan usaha dapat berkaitan dengan kondisi ekonomi keluarga karena aktivitas usaha berpotensi menghasilkan pendapatan dan memperkuat sumber penghidupan. Meski begitu, kepemilikan usaha tidak otomatis membuat seseorang berpindah ke desil tertentu tanpa melihat indikator kesejahteraan lainnya secara keseluruhan.
Karena itu, Anda perlu membedakan antara legalitas usaha dan klasifikasi kesejahteraan. NIB merupakan identitas resmi untuk menjalankan usaha, sedangkan desil menggambarkan posisi sosial ekonomi keluarga. Keduanya memiliki fungsi berbeda dalam kebijakan pemerintah.
Manfaat Pembuatan NIB UMKM untuk Tingkatkan Desil dan Taraf Ekonomi
Pembuatan NIB UMKM dapat menjadi fondasi untuk menata kegiatan usaha secara legal dan lebih profesional. OSS menjelaskan bahwa NIB merupakan identitas resmi untuk memulai atau menjalankan usaha di Indonesia, sementara perizinan mengikuti tingkat risiko kegiatan usaha.
Dari sisi ekonomi, legalitas membantu Anda membangun usaha yang lebih siap ketika ingin mengembangkan pasar, mengikuti program pemberdayaan, menjalin kemitraan, atau memenuhi persyaratan tertentu. Namun, NIB bukan jaminan kenaikan desil secara otomatis.
Lantas, Bagaimana Tips Pembuatan NIB UMKM?
Mengurus NIB sebenarnya tidak harus menjadi proses yang rumit apabila Anda menyiapkan informasi sejak awal. Fokus utamanya bukan sekadar memperoleh dokumen, tetapi memastikan identitas, kegiatan usaha, KBLI, dan data pendukung benar-benar sesuai kondisi bisnis.
Kesalahan kecil ketika memilih kegiatan usaha dapat menimbulkan persoalan ketika Anda mengembangkan bisnis atau membutuhkan izin tambahan. Karena itu, pahami setiap tahap sebelum menekan tombol pengajuan. Berikut ini enam tips yang dapat Anda gunakan agar prosesnya lebih terarah.
1. Tentukan Jenis Usaha dan KBLI yang Sesuai

Sebelum memulai pembuatan NIB UMKM, tentukan terlebih dahulu aktivitas yang benar-benar Anda jalankan. Misalnya, Anda berjualan makanan, menjalankan toko daring, menyediakan jasa desain, atau memproduksi kerajinan. Setiap kegiatan memiliki klasifikasi usaha tersendiri.
Pemilihan KBLI perlu Anda lakukan secara cermat karena kode tersebut menggambarkan bidang usaha yang tercantum dalam sistem OSS. Jangan memilih kode hanya karena namanya terdengar mirip, tetapi sesuaikan dengan aktivitas utama bisnis.
2. Siapkan Data Pribadi dan Informasi Usaha

Pembuatan NIB UMKM akan lebih lancar apabila Anda sudah menyiapkan data yang diperlukan sebelum membuka sistem OSS. Untuk pelaku usaha perseorangan, data seperti NIK, nomor telepon, email, dan informasi usaha perlu tersedia.
Selain identitas, siapkan pula alamat usaha, bidang kegiatan, produk atau jasa, serta informasi lain yang diminta sistem. Data yang lengkap membuat proses pengisian lebih efisien dan membantu mengurangi risiko kesalahan administrasi ketika mengajukan perizinan.
3. Buat Akun OSS Menggunakan Data yang Valid

Pembuatan akun OSS menjadi tahap penting karena seluruh proses perizinan berlangsung melalui sistem tersebut. Gunakan nomor telepon atau email yang aktif agar Anda dapat menerima kode verifikasi dan tetap memiliki akses terhadap akun usaha.
Panduan resmi OSS menunjukkan bahwa pelaku usaha dapat mengelola kegiatan usaha dan perizinannya melalui sistem elektronik. Karena itu, jangan memberikan data akun kepada pihak lain sembarangan demi menjaga keamanan informasi usaha Anda.
4. Isi Data Usaha Secara Jujur dan Lengkap

Ketika mengisi formulir, pembuatan NIB UMKM sebaiknya Anda lakukan berdasarkan kondisi bisnis yang sebenarnya. Informasikan lokasi, kegiatan, produk, serta data usaha sesuai keadaan agar dokumen yang terbit memiliki informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Jangan mengubah angka atau keterangan hanya agar proses terasa lebih cepat. Data tersebut menjadi bagian dari administrasi usaha Anda. Jika bisnis berkembang atau mengalami perubahan, perbarui informasi melalui mekanisme yang tersedia dalam sistem OSS secara berkala.
5. Periksa NIB Setelah Dokumen Terbit

Setelah NIB terbit, jangan langsung menyimpan dokumen tanpa memeriksanya. Perhatikan nama pemilik, alamat, kegiatan usaha, KBLI, serta informasi lain yang tercantum. Langkah sederhana ini membantu Anda menemukan kesalahan lebih cepat.
Pembuatan NIB UMKM bukan tahap terakhir dalam pengelolaan legalitas. Anda tetap perlu memahami kewajiban usaha berdasarkan tingkat risiko. PP Nomor 28 Tahun 2025 mengatur penyelenggaraan perizinan berbasis risiko dan mewajibkan pelaku usaha memiliki Perizinan Berusaha.
6. Cek Perizinan Tambahan Sesuai Tingkat Risiko

Setiap usaha tidak selalu memiliki kewajiban perizinan yang sama. Sistem OSS menggunakan pendekatan berbasis risiko yang membagi kegiatan usaha ke dalam tingkat risiko tertentu. Tingkat tersebut menentukan jenis izin dan kewajiban yang perlu dipenuhi pelaku usaha.
Karena itu, jangan berhenti setelah memperoleh NIB apabila sistem masih menunjukkan persyaratan lain. OSS menyediakan pengelolaan kegiatan usaha, persyaratan dasar, dan perizinan sektoral sesuai karakteristik kegiatan yang Anda pilih.
Baca juga: PNS Tidak Boleh Memiliki Badan Usaha? Ternyata Begini Faktanya
Jangan Tunda Pembuatan NIB UMKM Anda dan Rasakan Manfaatnya
Pembuatan NIB UMKM bukan sekadar mengejar selembar dokumen legalitas. Bagi usaha yang ingin naik kelas, NIB dapat menjadi titik awal untuk membangun administrasi yang lebih rapi, meningkatkan kredibilitas, dan membuka peluang pengembangan bisnis.
Jika Anda ingin mengembangkan usaha dari kondisi ekonomi yang masih terbatas, mulailah dari langkah yang dapat dikendalikan hari ini. Urus legalitas, rapikan pencatatan, tingkatkan kualitas produk, dan bangun pasar secara konsisten agar usaha memiliki fondasi pertumbuhan.
Perlu diingat, tidak ada jaminan bahwa kepemilikan NIB langsung membuat desil Anda berubah. Namun, usaha yang legal, tercatat, dan dikelola dengan serius memberikan fondasi yang kuat untuk meningkatkan pendapatan serta taraf ekonomi keluarga secara bertahap. Hubungi Legal Kreatif, jika anda ingin proses pembuatan NIB UMKM lebih mudah.


