legalkreatif.co.id – Tahukah Anda, sebenarnya berapa pajak PT perorangan yang harus dibayarkan setiap tahun? Status badan usaha sangat mempengaruhi cara menghitung dan membayar kewajiban pajak.
Sebagai pemilik PT Perorangan, Anda tidak cukup hanya fokus pada penjualan dan operasional. Anda juga perlu memahami sistem perpajakan, mulai dari dasar hukum, jenis-jenis pajak, hingga berapa besaran pajak PT perorangan.
Baca juga: Apa saja Jenis-Jenis Modal dalam PT?
Dasar Hukum Berapa Pajak PT Perorangan
Untuk menjawab berapa pajak PT Perorangan, Anda perlu memahami dasar hukumnya terlebih dahulu. Pemerintah telah mengatur ketentuan pajak melalui peraturan pemerintah dan undang-undang pajak penghasilan agar setiap pelaku usaha memiliki kepastian hukum jelas. Berikut adalah dasar hukum pajak PT Perorangan.
1. PP No. 23 Tahun 2018

Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018 mengatur tarif pajak penghasilan final sebesar 0,5 persen dari peredaran bruto. Aturan ini memberikan kemudahan bagi wajib pajak dengan omzet tertentu agar dapat menghitung kewajiban pajak secara sederhana.
Namun, fasilitas tarif final memiliki batas waktu pemanfaatan. Setelah jangka waktu tertentu berakhir, wajib pajak harus beralih ke skema umum. Oleh karena itu, penting memahami sejak awal berapa pajak PT Perorangan agar transisi berjalan lancar.
2. Pasal 17 UU PPh

Undang-Undang Pajak Penghasilan melalui Pasal 17 mengatur tarif pajak badan secara umum. Tarif ini berlaku ketika wajib pajak tidak lagi menggunakan skema pajak final dan harus menghitung pajak berdasarkan laba kena pajak.
Dalam skema umum, tarif pajak badan saat ini sebesar 22 persen dari laba kena pajak. Angka ini menjadi dasar perhitungan setelah Anda mengurangi biaya operasional, beban usaha, dan pengurang lainnya sesuai ketentuan berlaku.
Pemahaman terhadap Pasal 17 membantu Anda membandingkan skema final dan skema umum. Dengan begitu, Anda dapat memperkirakan berapa pajak PT Perorangan ketika omzet meningkat dan bisnis memasuki fase pertumbuhan lebih stabil.
Jenis-Jenis Pajak PT Perorangan
Saat membahas berapa pajak PT Perorangan, Anda juga perlu mengetahui jenis pajak yang ada. PT Perorangan sebagai badan hukum tetap memiliki kewajiban perpajakan yang serupa dengan badan usaha lainnya.
1. Pajak Penghasilan (PPh)

Pajak Penghasilan menjadi kewajiban utama bagi PT Perorangan. Besaran PPh tergantung pada skema yang digunakan, apakah tarif final 0,5 persen dari omzet atau tarif umum berdasarkan laba kena pajak.
Jika omzet Anda masih memenuhi kriteria, maka perhitungan berapa pajak PT Perorangan relatif sederhana karena cukup mengalikan omzet bulanan dengan tarif final. Skema ini memudahkan perencanaan keuangan usaha sejak awal berdiri.
Namun, ketika omzet meningkat dan masa fasilitas berakhir, Anda perlu menghitung laba bersih terlebih dahulu. Proses ini membutuhkan pembukuan rapi agar perhitungan pajak akurat dan tidak menimbulkan koreksi saat pemeriksaan pajak berlangsung.
2. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Selain PPh, PT Perorangan juga dapat terkena Pajak Pertambahan Nilai apabila telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak. Kewajiban ini muncul ketika omzet telah melampaui batas tertentu sesuai ketentuan perpajakan.
Tarif PPN saat ini sebesar 11 persen dari nilai transaksi penyerahan barang atau jasa kena pajak. Anda perlu memungut PPN dari konsumen lalu menyetorkannya ke kas negara sesuai jadwal pelaporan berlaku.
Memahami hubungan antara PPN dan berapa pajak PT Perorangan membantu Anda menentukan harga jual produk. Anda dapat mengantisipasi beban tambahan agar margin keuntungan tetap terjaga tanpa membebani pelanggan secara berlebihan.
Berapa Besaran Pajak PT Perorangan
Dengan memahami simulasi perhitungan, Anda dapat memperkirakan berapa pajak PT Peroranga secara realistis. Perhitungan ini membantu menjaga arus kas tetap sehat sekaligus memastikan kewajiban perpajakan terpenuhi tepat waktu tanpa tekanan finansial berlebihan.
1. Besaran Berapa Pajak PT Perorangan Berdasarkan PKP

Jika PT Perorangan telah berstatus Pengusaha Kena Pajak, maka kewajiban PPN wajib diperhitungkan. Misalnya, Anda mencatat omzet Rp500 juta setahun dan seluruhnya merupakan penyerahan kena pajak.
Dengan tarif PPN 11 persen, Anda wajib memungut Rp55 juta dari transaksi tersebut. Namun, Anda dapat mengkreditkan pajak masukan sehingga hanya selisihnya yang disetor, tergantung struktur biaya dan pembelian usaha.
2. Besaran Berdasarkan Penghasilan Bruto

Apabila omzet Anda Rp1 miliar dalam setahun dan masih menggunakan tarif final 0,5 persen, maka pajak terutang sebesar Rp5 juta setahun. Perhitungan ini sangat sederhana dan mudah diproyeksikan sejak awal tahun.
Namun, jika omzet meningkat menjadi Rp3 miliar dan Anda beralih ke skema umum, maka pajak dihitung dari laba kena pajak. Misalnya laba bersih Rp600 juta, tarif 22 persen menghasilkan pajak Rp132 juta.
Melalui simulasi ini, Anda dapat melihat bahwa berapa pajak PT Perorangan sangat bergantung pada fase pertumbuhan usaha. Perencanaan pajak sejak awal membantu Anda mengoptimalkan struktur biaya dan strategi ekspansi bisnis.
Perbedaan Berapa Pajak PT Perorangan dengan PT Umum
Perhatikan karakteristik masing-masing bentuk usaha agar Anda dapat menentukan pilihan jenis badan usaha sedari awal. Salah satu hal yang bisa jadi pertimbangan adalah perbandingan berapa pajak PT Perorangan dengan PT konvensional.
- Perbedaan Skema Pajak Final
PT Perorangan bisa memanfaatkan tarif pajak final sebesar 0,5 persen sesuai ketentuan yang berlaku. Skema ini membuat perhitungan berapa pajak PT Perorangan terasa lebih praktis dan ringan dibandingkan PT umum yang langsung menggunakan tarif umum.
Berbeda dengan PT umum yang menghitung pajak dari laba kena pajak dengan pembukuan rinci, fasilitas tarif final memberi ruang bernapas bagi pelaku usaha baru sehingga Anda dapat fokus mengembangkan pasar pada fase awal bisnis.
- Perbedaan Besaran Tarif PPh
Pada skema pajak final, perusahaan hanya membayar 0,5 persen dari total omzet yang diperoleh. Sementara itu, tarif umum sebesar 22 persen dikenakan atas laba kena pajak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku nasional.
Perbedaan tersebut sangat memengaruhi proyeksi keuntungan usaha Anda. Karena itu, penting menghitung secara cermat agar memahami berapa pajak PT Perorangan saat omzet meningkat setiap tahun serta menyusun strategi perpajakan yang efisien dan terencana.
- Kemudahan Pengurangan Tarif Pajak
PT dengan omzet tertentu berhak memperoleh fasilitas pengurangan tarif pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Insentif ini pemerintah berikan agar pelaku usaha tetap berkembang, memperluas pasar, dan terus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Sayangnya, banyak pelaku usaha belum memanfaatkan kemudahan tersebut karena minim pemahaman regulasi. Padahal, informasi ini berpengaruh langsung terhadap berapa pajak PT Perorangan yang perlu Anda bayarkan setiap tahun agar tetap efisien dan sesuai aturan.
Baca juga: Catat! Ini Dia Syarat-Syarat Pendirian PT Perorangan
Legal Kreatif Solusi Pengurusan PT Perorangan Cepat, Mudah, dan Amanah
Memahami berapa pajak PT Perorangan memang penting, tetapi legalitas usaha juga memegang peranan besar dalam kelancaran bisnis. Tanpa struktur yang benar sejak awal, Anda berisiko menghadapi kendala administratif di kemudian hari.
Legal Kreatif hadir sebagai solusi profesional melalui layanan Jasa Pendirian PT Perorangan yang cepat dan amanah. Jika Anda ingin memastikan proses pendirian berjalan lancar, hubungi kami sekarang juga.


